(Behind The Scene) L.A. Lights Indie Movie Festival Wilayah Bandung




O hisashiburi desu ne ^^/
            Saya mau menceritakan sedikit tentang pengalaman saya kemarin mengikuti Festival Film yang kece ini, yaitu L.A. Lights Indie Movie Festival. Dan yang pertama yang ingin saya katakan, saya berhasil berfoto bersama Pak Jujur Prananto! *Alhamdulillah*.




Saya dan Pak Jujur Prananto. cita-cita kesampaian, berfoto dengan beliau haha :D
Penulis skenario handal yang Indonesia miliki—yang sudah saya kagumi sejak saya berumur 10 tahun, hore!!! \^^/.
            Lalu … lalu … saya juga mendapatkan kesempatan belajar mindmapping ide membuat skenario film. Dan intinya memang sama dengan mindmapping dalam pembuatan cerpen, dan novel yang biasa saya buat (nggak beda jauhlah). Cumaaaaa…. Memang pada saat pengembangannya yang agak susah ^^a. 



Pak Jujur Prananto, Penulis Skenario Petualangan Sherina, AADC, Ungu-Violet, Doa yang Mengancam , dll
Penulis Skenario yang saya kagumi sejak saya berumur 10 tahun

Ngantreee


Saya mengikuti workshop sehabis Zuhur dan mengantri lumayan lama, karena di dalam pada belum keluar. Tapi, di luar saya memiliki kesempatan berkenalan dengan Eca, mahasiswi Universitas Parahyangan yang berkuliah di jurusan Filsafat. Saya ngobrol2 sedikit sama dia; menanyakan tentang metafisika, dan sub-sub ilmu filsafat lainnya, kebetulan saya memang tertarik dengan filsafat. Sayangnya, percakapan kami terpotong karena antrian sudah maju dan kami harus masuk ke dalam. 

Zona Idea, tempat saya mengikuti Challenge :)

Oke, balik lagi ke awal. Di dalam auditorium Balai Kota Bandung, tempatnya dingin banget. Dan kebetulan saya belum makan dari pagi, alhasil di dalam berapa kali nguap dan hampir tertidur haha :D. Tapi, saya berusaha keras agar mata ini tetap membuka karena materi yang diberikan Pak Jujur Prananto sangat penting buat saya di masa depan (saya punya cita-cita jadi penulis scenario juga soalnya hehe).  Dan Pak Jujur memang ramah banget, dan menjelaskan secara rinci keseluruhan yang dia tahu dalam dunia pembuatan skenario. Cara beliau menjawab pertanyaan peserta pun asik dan rendah hati., padahal beliau itu menurut kaca mata saya adalah legendanya penulis skenario di Indonesia, tapi nggak pelit sharing sama kita-kita yang masih amatiran ini (kita? Lo aja kali -,- haha).

ID Card yang saya dapat, terus sama bonus2nya hehe


Yang jelas saya sangat bersyukur karena berhasil mendapatkan ilmu langsung dari penulis skenario yang saya kagumi itu. Di sini naskah saya nggak lolos masuk 20 besar, karena setelah saya analisis kembali outline naskah yang saya buat memang terlampau KLISE. Padahal saya memiliki naskah yang sangat absurd dan ke-TWIST-annya lumayan absurd pula, saya agak nyesel kenapa nggak pake naskah itu.

Pintu Masuk ke Festival


Tapi, yasudahlah, tahun depan masih ada kesempatan. Dan saya akan mengikutinya lagi (berusaha menghibur diri sendiri hihi).
            Tahun depan kalau nggak ikut yang di wilayah Bandung, Jakarta pun bakal saya jabanin. Mencari ilmu itu bukan hanya di tempat kuliah, Guys. Tetapi kalian bisa dapatkan di mana saja, dan kalian bukan menunggu ilmu itu datang ke kalian sendiri. Kalian harus mencarinya….
            Oh ya, saya mendapatkan kata-kata bagus dari L.A. Lights Indie Movie Festival ini: à Movie Maker not follow trend, they START them.
      See ya :D




Share:

0 komentar